Menulis Pahala atau Dosa yangg Mengalir ?

Sabtu, 11 Agustus 2012 Category : 0

Oleh: M. Taufik N.T
Menulis, nge-blog, komentar, update status, … bisa mengalirkan pahala atau dosa pada pembuatnya, bahkan setelah meninggal sekalipun.

Berkata Al Hafidz  al Mundziry (wafat 656 H) dalam kitabnya At Targhib wa At Tarhiib (1/62) [1] ketika mengomentari hadits:

إِذا مَاتَ ابْن آدم انْقَطع عمله إِلَّا من ثَلَاث صَدَقَة جَارِيَة أَو علم ينْتَفع بِهِ أَو ولد صَالح يَدْعُو لَهُ

Apabila anak adam meninggal maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga hal Shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya (HR. Muslim). Beliau (Al Hafidz al Mundziry) menulis:

وناسخ الْعلم النافع لَهُ أجره وَأجر من قَرَأَهُ أَو نسخه أَو عمل بِهِ من بعده مَا بَقِي خطه وَالْعَمَل بِهِ لهَذَا الحَدِيث وَأَمْثَاله وناسخ غير النافع مِمَّا يُوجب الْإِثْم عَلَيْهِ وزره ووزر من قَرَأَهُ أَو نسخه أَو عمل بِهِ من بعده مَا بَقِي خطه وَالْعَمَل بِهِ لما تقدم من الْأَحَادِيث من سنّ سنة حَسَنَة أَو سَيِّئَة

وَالله أعلم

Orang yang mencatat ilmu yang berguna, baginya pahala dan pahala orang yang membacanya atau orang menyalinnya atau beramal dengannya sesudahnya selama tulisan tersebut dan beramal dengannya masih tetap ada, sebaliknya orang yang menulis hal yang tidak bermanfaat adalah diantara sesuatu yang mewajibkan dosa, baginya dosanya dan dosa orang yang membacanya atau menyalinnya atau beramal dengannya sesudahnya selama tulisan tersebut dan beramal dengannya masih tetap ada, sebagaimana yang diterangkan dalam hadits-hadits yang telah berlalu diantaranya hadits:

مَنْ سَنَّ سُنَةً حَسَنَةً أَوْ سَيِّئَةً

Barangsiapa yang membuat sunnah yang baik atau yang jelek…, Wallahu A’lam.


Hadits yg dimaksud terakhir lengkapnya:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

‘Barang siapa dapat memberikan suri tauladan yang baik dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut dapat diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat untuknya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh. Sebaliknya, barang siapa memberikan suri tauladan yang buruk dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa yang mereka peroleh sedikitpun.’ (HR. Muslim dari Jarir).

[1] Maktabah syâmilah

sumber : http://mtaufiknt.wordpress.com/
»»  Lanjutkan...

Nikmatnya Cobaan Allah SWT

Category : 0

sahabat yang dirahmati Allah.

berbicara tentang cobaan Allah SWT, mungkin kita akan pernah merasakan cobaan Allah itu seperti apa. cobaan Allah sangatlah nikmat jika kita mampu memahami disetiap bali cobaan tersebut, ada hadist yang meriwayatkan :

“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).
 dari hadist diatas bahwa jelas bahwa cobaan yang menimpa umat muslim adalah sebagai penghapus sebagian kesalaha-kesalahan (dosa) pada dirinya.

mungkin kita sempat berfikir bahwa sakit adalah sesuatu yang dapat menghalangi kita. dimana sehari-hari kita dapat menjalankan aktifitas dengan penuh semangat tanpa sakit, namun dengan sakit kita kurang bersemangat bahkan tidak mampu untuk menjalankan kegiatan keseharian kita dengan sewajarnya. 

sakit memang pernah dialami semua mahkluk-Nya, entah itu tua-muda,dewasa-balita, laki-laki - perempuan, pejabat ataupun orang biasa, ataupun kaya - miskin. namun jika mau menelaah secara lebih dalaminsyaAllah kita dapat menemukan hikmah tersendiri dibalik penyakit tersebut. sesuai hadist meriwayatkan :

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

subhanallah...sungguh nikmat cobaan Allah berupa sakit tersebut. dan dibalik semua cobaan-Nya ada hikmah tersendiri bagi yang mampu merasakannya.

semoga dengan renungan ini kita lebih mampu menerima cobaann-Nya ini dengan penuh ikhlas dan sabar,serta kita lebih bertawakal sehingga mampu menambah kadar keimanan kita kepada-Nya. Aamiin ya rabb...

Nabi Saw bersabda :

“Sesungguhnya balasan yang agung terdapat dalam cobaan yang besar. Dan jika Allah Swt mencintai suatu golongan, maka Dia akan memberikan cobaan padanya. Barang siapa yang ridla/menerimanya, maka Allah juga ridla padanya. Barang siapa yang benci, maka Allah juga membencinya.” ( H.R Turmudzi)
 
»»  Lanjutkan...

"Nanti" kalimat yang sangat menjebak

Kamis, 09 Agustus 2012 Category : 0


"kata NANTI telah banyak menjebak para pelaku untuk terhalang dari kebaikan dan menunda-nunda proses perbaikan diri" - Ulama

Mungkin kita sempat mendengar kalimat (yang menurut ane itu terlalu berat) seperti diatas. nah sobat yang dirahmati Allah SWT, kita sebagai manusia tidak luput akan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan antara sengaja maupun tak sengaja. namun banyak manusia saat ini sering menghindari berfikir untuk memperbaiki kesalahan yang mungkin telah diperbuat. Dan fatalnya lagi masih banyak yang mengulang kesalahan yang sama...hiiii sereeemmm...            

            Sebenarnya Allah telah memeberi kita sesuatu yang sangat berharga dan tidak akan dapat diperoleh lagi, yaitu “waktu”. seperti yang tertera pada Q.S Al-Ashr ayat 1-2 : 
  
1. demi masa, 2. sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi.

nah dari ayat yang disbut diatas bahwa  jelas-jelas manusia yang merugi jika dalam pemanfaatan waktunya tidak digunakan untuk beribadah dan beramal soleh. Jelas disini jika kita tetap menunda waktu dan terus-menerus berkata “nanti” untuk berbuat yang baik-baik,  tidak menutup kemungkinan kita akan termasuk kedalam orang-orang yang merugi.

Marilah saudara-saudaraku menjadi manusia yang lebih baik dan berguna, tidak tahu kapan kita akan kehilangan waktu yang sangat berharga untuk berbenah. Selalu ingat akan kebesaran Allah adalah kunci utama dalam memanfaatkan waktu untuk lebih bijak.

by Anopelesiss
»»  Lanjutkan...

Tetap Tenang Saat Jodoh Terlambat Datang

Category : 0

 
Pasangan hidup adalah salah satu dari "stasiun" perjalanan bagi semua manusia. Disanalah kehidupan baru dimulai, lengkap dengan semua pernak- pernik pelajaran yang akan membuat manusia memaknai arti kebahagiaan yang sebenarnya. Namun, proses ini bagi sebagian orang ternyata tidak gampang dilalui begitu saja. Mereka mendapati, justru dalam bagian inilah cobaan dan gemblengan hidup dimulai. Saat usia yang berjalan tak dapat lagi dihentikan, namun jodoh dan pelengkap hidupnya tidak kunjung datang, saat itu pula kegundahan hati menjadi terakrabi.

Banyak yang kemudian menyikapinya dengan sederhana, tetap berikhtiar, walau tetap diselipi kegundahan atas sebuah kepastian datangnya hari pertemuan. Namun, tak sedikit juga yang melakukan seribu satu cara, agar terhindar dari cacian makian manusia, dan atau sekedar untuk menyudahi kesedihan hati.

Namun, bisakah kita berhenti sejenak, dan membiarkan pikiran jernih yang menguasai kita. Memang siappapun tidak akan ada yang ingin melampaui cobaan yang seperti ini. Namun bukankah garis takdir itu sudah pasti dan Allah SWT jugalah tidak akan memberi cobaan yang melampui kemampuan hambanya?

Terkadang, banyak pelajaran yang bisa kita petik atas sebuah keinginan yang ternyata tertunda untuk terjadi. Dengan tertundanya kebahagiaan itu, siapa tahu Allah sedang mengajari kita atas sebuah makna dari menghargai. Ya, ketika jodoh telah datang, nantinya kita akan menjadi pribadi yang lebih manis dalam bersyukur serta memperlakukan. Dan kita akan menjadi lebih istimewa karenanya.

Dengan tertundanya pertemuan itu, mungkin Allah ingin memberikan yang lebih pas untuk kita. Dan atau dengan tertundanya jodoh itu, Allah telah memberikan skenario penggemblengan dan proses tersendiri bagi jodoh kita, sehingga kelak ketika dia bertemu dengan kita lewat sebuah pernikahan, pribadi yang lebih matang dan siap menjadi pelengkap kita, telah menjadi bagian dari kepribadiannya.

Dan bersabar adalah salah satu kunci menaklukkan keadaan ini. Sungguh, Allah pun telah berfirman "Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat" (QS. Al Baqarah:153).
Maka, tidak ada jalan lain yang lebih baik selain hanya mengembalikan semua urusannya kepada Allah dengan berdo’a dan merendahkan diri di hadapanNya. Karena Allah SWt telah berfirman,

“Dan jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka katakanlah Aku sangat dekat. Aku mengabulkan do’a orang yang berdo’a jika ia berdo’a kepada-Ku.. (QS. Al-Baqoroh:186)
Lagi-lagi, semua ini hanya sanggup dan bisa dimaknai oleh para hati yang selalu berprasangka baik dan bertawakkal kepada Allah SWT. Sebagai hasilnya, kebahagiaan akan tetap menjadi bagian dari hari- harinya, karena sebuah keyakinan juga melekat kuat dalam bentuk iman.

Semua hal dibawah langit ini, terjadi dengan waktu- waktunya sendiri. Pun demikian dengan kedatangan jodoh yang belum kunjung datang saat ini. Sungguh, Allah SWT maha tahu apa yang kita butuhkan, serta saat yang tepat untuk semua itu terpenuhi. Dan Allah juga maha dekat pertolongannya atas apapun kesulitan yang kita hadapi.Dan di dunia ini, tidak ada yang lebih mengerti dan mengetahui apapun kesulitan dan keinginan yang terbersit dalam hati kita, kecuali hanya Allah saja. Dan Allah lah juga yang paling tahu, yang terbaik bagi kita, dalam segala hal.

Sungguh, kerisauan itu adalah sebuah hal yang manusiawi. Namun, hal tersebut tidak membawa dampak apapun, kecuali membuat pikiran kita semakin tertutup dari kebaikan, dan mendekatkan diri dengan kesedihan.Namun justru ketenangan yang didasari iman, tawakkal, serta prasangka baik kepada Allah, yang akan menyejukkan dan mengistimewakan kita. InsyaAllah.

sumber : (Syahidah/Voa-islam.com)
»»  Lanjutkan...

Wanita Zaman sekarang

Category : 0

Assalamu'alaikum...

perkembangan jaman tidak hanya memepengaruhi perkembangan teknologi saat ini, namun juga merambah kedalam kebiasaan-kebiasaan sehari-hari manusia saat ini. dengan perkembangan jaman tersebut banyak budaya barat menjadi kiblat untuk perkembangan yang terjadi saat ini...

contohnya dalam bidang mode atau berpakain. saat ini cara berpakaian masyarakat sangat unik dan terbilang nyeleneh lah (menurut ane gan...:D). hal ini yang banyak terjadi di ligkungan kita bahkan dalam keluarga kita bray....

kita fokus ke cara BERPAKAIAN WANITA saat ini...miris memang jika melihat cara berpakaian akhwat saat ini khususnya cara berpakaian akhwat muslimah yang membangkakan mode yang "wah" daripada menututpi aurat mereka.

salah satu contoh bray ----> 

Adapun sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Berpakaian tapi telanjang,” yakni wanita-wanita tersebut memakai pakaian, akan tetapi pakaian mereka tidak tertutup rapat (menutup seluruh tubuhnya atau auratnya).

kalau menurut ulama ya ini bray yang dimaksut hadist diatas yaitu pakian tipis, sehingga terlihat kulit yang terbungkus di belakangnya, sehingga secara lahiriyah pemakainya terlihat berpakaian, tetapi pada hakikatnya telanjang. Juga termasuk pakaian transparan, yaitu pakaian yang tebal, tetapi pendek (mini), pakaian yang ketat sehingga menempel pada kulit dan memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya, sehingga seakan-akan tidak berpakaian. Semua pakaian tersebut termasuk jenis pakaian telanjang. Makna tersebut, jika yang dimaksud adalah pakaian transparan dalam pengertian inderawi.

dan inilah yang menjadi kemunduran kahlak manusia saat ini yang terlalu terbawa arus moderenisasi cara berpakaian saat ini....
Allahualam bisshawab

nah uda ngarti kan bray bagaimana kehidupan "wanita berkerudung" saat. ini??
yuk mari saling mengingatkan khususnya kerabat atau sahabat kita untuk lebih memaknai cara berpakaian yang menurut islam

by Anopelesiss
»»  Lanjutkan...

Sebuah Taubat Yang Sempurna

Category : 0


Suatu hari, Rasulullah sedang duduk di dalam masjid bersama para sahabat. Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang kemudian masuk ke dalam masjid. Dengan ketakutan, wanita tersebut mengaku kepada Rasulullah bahwa dia telah berzina. Mendengar hal itu, memerahlah wajah Rasulullah SAW seperti hampir meneteskan darah. Kemudian beliau bersabda kepadanya, “Pergilah, hingga engkau melahirkan anakmu.”

Sembilan bulan berlalu, wanita itu akhirnya melahirkan. Dihari pertama nifasnya, dia datang kembali membawa anaknya, dan berkata kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina"

Rasulullah melihat kepada anak wanita tersebut, dan bersabda: “Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.”

Dengan sedih, wanita itu akhirnya kembali lagi kerumahnya.

Tiga tahun lebih berlalu, namun si wanita tetap tidak berubah pikiran. Dia datang kembali kepada Rasulullah untuk bertaubat. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”

Rasulullah SAW bersabda kembali kepada semua yang hadir disana, “Siapa yang mengurusi anak ini, maka dia adalah temanku di surga".

Sesaat kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam. Setelah wanita tersebut meninggal, beliaupun menshalatinya.

Melihat hal tersebut, umar Bin Khatab merasa sangat heran sekali. Beliau berkata: “Engkau menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina!.”

Rasulullah kembali bersabda: “Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, yang seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah ?” (HR. Ahmad)

Saudariku, tidak ada manusia yang tidak berdosa. Namun belajar dari kesalahan dan keteguhan hati wanita itu untuk bertaubat, maka yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki kesalahan kita dengan sebuah action nyata, tanpa harus berhenti hanya sekedar pada rasa menyesal saja.

Manusia memanglah tempatnya salah dan lupa. Namun Allah SWT tetap tiada henti menjadi yang Maha Pengasih dan Pemaaf.

Dan di bulan mulia ini, adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan selalu mendekatkan diri dengan Allah SWT, agar kita bisa melepaskan diri dari semua kekotoran dosa- dosa kita. Saatnya melakukan yang terbaik, karena kita bahkan tidak bisa menjamin bahkan untuk diri kita sendiri, kalau esok hari kita masih bisa mendapatkan kesempatan hidup seperti hari ini. Semoga Allah selalu mengampuni dosa- dosa kita.

sumber : (Syahidah/voa-islam.com)
»»  Lanjutkan...

Mau Dapat Suami Shalih? Hindari Busana Seksi!!

Category : 0

By: Yulianna PS
Penulis Novel Perjuangan Meminang Bidadari

Berbusana seksi ditempat umum, telah menjadi bagian dari gaya hidup wanita zaman sekarang. Berbagai motif menjadi alasan wanita golongan penjaja aurat. Ada yang berkesimpulan bahwa berbusana seksi ditempat umum merupakan kebanggaan, ada yang beralasan mengikuti tren, ada juga yang beranggapan bahwa berbusana seksi merupakan cara ampuh untuk memikat calon pasangan.
Penulis merasa prihatin dengan stigma sesat seperti ini, bahwa busana seksi adalah jurus jitu untuk mendekatkan jodoh, atau memikat calon suami ideal. Sungguh dangkal wanita yang menilai tubuh seksi sebagai aset mahal untuk memikat laki-laki. Dari kebanyakan fakta yang ada, busana seksi hanya dapat memikat kaum Adam berhidung belang, atau minimal lelaki ‘Kurim’ atau kurang iman. Salah besar jika beranggapan jodoh ideal atau berakhlak baik akan datang jika wanita rajin pamer aurat di jalanan.
...Busana seksi hanya memikat pria kurang iman dan berhidung belang...
Contoh sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan masyarakat dari perilaku busana seksi adalah pelecehan demi pelecehan yang harus rela ditanggung oleh wanita. Wanita dikatakan baik dan dapat dijadikan harapan menjadi istri shalihah dan ibu yang baik bagi seorang anak apabila ia mempunyai sifat malu. Jika malu sudah tidak lagi menjadi karakternya, dalam artian ia rajin pamer aurat, maka bisa dipastikan bahwa ia wanita yang dangkal pemahaman agamanya, dan sedikit sekali pengertiannya terhadap tanggung  jawab pada akhirat.
...ketakwaan dan pakaian syar’i memudahkan Muslimah mendapat pasangan shalih terbaik...
Sekali lagi, salah besar jika berpikir bahwa busana seksi adalah alat yang jitu untuk menarik calon suami yang baik. Jika ingin suami yang baik, wanita sangat urgen untuk memperbaiki kualitas dirinya, mempertebal keimanan, memperkuat kewajibannya sebagai muslimah, menjaga akhlak dan menjaga hijabnya, atau menutup auratnya. Jadikan ketakwaan dan pakaian syar’i untuk menambah matangnya kepribadian, dengan cara seperti ini, Allah akan memudahkanmu mendapat pasangan shalih terbaik menurut-Nya.

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…’’ (Qs An-Nur 26). 

sumber : [voa-islam.com]
»»  Lanjutkan...

Waspadai Dosa-dosa Kecil yang Membinasakan

Category : 0

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Dosa, setiap kita pasti memilikinya. Hampir setiap saat kita berdosa, baik yang besar maupun yang kecil. Karenanya Allah Yang Mahapemurah dan Penyayang menyediakan ampunan dan penghapusan kesalahan setiap saat.

Di antara dosa-dosa yang kita perbuat sebagiannya mendapat perhatian serius dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, yang disebut dengan muhqirat dzunub. Tahukah kita apa itu muhqirat dzunub?

Muhqirat dzunub adalah dosa yang diremehkan dan diangap kecil oleh seseorang. Banyak orang tak perhatian terhadapnya sehingga ia terjerumus ke dalam berulang kali tanpa bisa dihitung. Bahkan bisa jadi sebagian orang terus menerus mengerjakannya tanpa absen meninggalkannya karena ia dianggap sebagai dosa kecil.

Imam Ahmad dalam Musnadnya menyebutkan satu riwayat dari hadits Sahal bin Sa'ad Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

إيّاكم ومحقرات الذنوب، فإنّما مثل محقرات الذنوب كمثل قوم نزلوا بطن واد فجاء ذا بعود وذا بعود حتى جمعوا ما أنضجوا به خبزهم، وإن محقرات الذنوب متى يؤخذ بها صاحبها تهلكه

"Jauhilah Muhqirat Dzunub (dosa-dosa yang diremehkan). Sesungguhnya perumpamaan dosa-dosa kecil yang diremehkan itu seperti suatu kaum yang singah di satu lembah, lalu satu orang datang membawa satu dahan (kayu bakar) dan yang lainnya juga demikian sampai mereka mengumpulkan banyak kayu bakar yang bisa mematangkan roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa kecil yang diremehkan itu, kapan pelakunya dibalas maka akan menghancurkannya." (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Al-Shahihah, no. 389)

Dalam riwayat lain disebutkan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ

“Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil, karena dosa-dosa itu akan berhimpun pada seseorang, sehingga akan membinasakannya.” (HR. Ahmad dan lainnya. Lihat Silsilah ash-Shahihah, no. 389).
Dosa ini benar-benar berhaya. Benar-benar harus mengontrol diri darinya. Banyak berpikir tentangnya agar tidak terjerumus ke dalamnya.

Perlu diketahui, menganggap kecil suatu dosa bisa menjadikannya menjadi besar di sisi Allah Ta'ala. Perlu disadari, bahwa dosa besar terkadang diiringi dengan rasa malu, takut, dan merasa itu dosa besar yang berbahaya sehingga ia menjadi kecil. Sementara dosa kecil terkadang diiringi sedikit malu dan tidak digubris, tidak takut, dan diremehkan sehingga lama-kelamaan ia menjadi besar.

Dari sini ada dua sisi keburukan dari dosa-dosa kecil yang diremehkan: Pertama, banyak/seringnya dilakukan sehingga bisa menyebabkan kehancuran. Kedua, diremehkan dan dianggap kecil yang bisa menyebabkan besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Al-Imam Al-Ghazali berkata: Dosa kecil bisa menjadi besar dengan beberapa sebab, di antaranya: dianggap kecil dan dilakukan terus-menerus. Sesungguhnya suatu dosa ketika dianggap besar oleh seorang hamba maka akan menjadi kecil di sisi Allah. Dan setiap dianggap kecil maka akan besar di sisi Allah."

Terpenting, janganlah melihat kecilnya maksiat, tapi lihatlah keagungan Dzat yang kita bermaksiat terhadap-Nya. Sesungguhnya maksiat, yang kecil maupun yang besar, adalah besar di sisi Allah Tabaraka wa Ta'ala. Wallahu Ta'ala A'lam. 

sumber :  [PurWD/voa-islam.com]
»»  Lanjutkan...

Breathe Again

Category : 0

Bissmillahahirroqmanirroqim....

Alhamduillah bisa aktif lagi diblog ini..
sudah lama tak ber-posting ria di blog ini dikareanakan  kesibukan TS yang lumayan padat dan masalah teknis untuk pengoperasian blog ini.

rencana blog ini akan 
semoga dengan kembalinya aktif blog ini dapat memberi dampak yang sangat baik serta bermanfaat untuk kita semua.. Aamiin 

Jazzakumullah khairon katsiro....
»»  Lanjutkan...